Apresiasi dan Depresiasi
Talent News
|
Friday, 01 May 2026 22:55
WIB
Bagikan:
Investasi pada mesin akan mengalami depresiasi. Investasi pada manusia akan mengalami apresiasi
Aset fisik dan digital itu penting. Tapi ada satu perbedaan fundamental, Mesin akan mengalami depresiasi setiap harinya. Manusia, jika diinvestasikan dengan benar, akan mengalami apresiasi.
Seringkali, saat anggaran ketat atau efesiensi, pos pertama yang dipangkas adalah pelatihan, tunjangan pengembangan, atau program kesejahteraan mental. Sementara itu, anggaran untuk mesin baru, software termahal, atau renovasi kantor tetap berjalan
Dalam gambar ilustrasi (robot), asset, seperti kendaraan atau teknologi memiliki "masa manfaat." Nilainya turun dari waktu ke waktu. Itu pasti, Sekarang bandingkan dengan seorang karyawan yang baru bergabung sebagai staf junior. Jika perusahaan hanya membayar "tenaga"-nya, ya dia hanya akan jadi biaya (cost). Tapi jika perusahaan berinvestasi untuk melatihnya, memberinya mentor, dan memberinya ruang untuk gagal serta belajar, dalam 3-5 tahun dia bisa berubah menjadi aset yang tidak terbeli oleh kompetitor: seorang pemimpin divisi yang paham DNA perusahaan, loyal, dan mampu memecahkan krisis
Laporan keuangan biasanya hanya mengukur return on investment (ROI) dalam kuartal atau tahun fiskal. Sayangnya, return dari investasi manusia seringkali tidak terlihat secara instan. Ia bekerja dalam senyap :
Aset fisik dan digital itu penting. Tapi ada satu perbedaan fundamental, Mesin akan mengalami depresiasi setiap harinya. Manusia, jika diinvestasikan dengan benar, akan mengalami apresiasi.
Seringkali, saat anggaran ketat atau efesiensi, pos pertama yang dipangkas adalah pelatihan, tunjangan pengembangan, atau program kesejahteraan mental. Sementara itu, anggaran untuk mesin baru, software termahal, atau renovasi kantor tetap berjalan
Dalam gambar ilustrasi (robot), asset, seperti kendaraan atau teknologi memiliki "masa manfaat." Nilainya turun dari waktu ke waktu. Itu pasti, Sekarang bandingkan dengan seorang karyawan yang baru bergabung sebagai staf junior. Jika perusahaan hanya membayar "tenaga"-nya, ya dia hanya akan jadi biaya (cost). Tapi jika perusahaan berinvestasi untuk melatihnya, memberinya mentor, dan memberinya ruang untuk gagal serta belajar, dalam 3-5 tahun dia bisa berubah menjadi aset yang tidak terbeli oleh kompetitor: seorang pemimpin divisi yang paham DNA perusahaan, loyal, dan mampu memecahkan krisis
Laporan keuangan biasanya hanya mengukur return on investment (ROI) dalam kuartal atau tahun fiskal. Sayangnya, return dari investasi manusia seringkali tidak terlihat secara instan. Ia bekerja dalam senyap :
- Ketahanan Organisasi (Resilience): Saat badai krisis datang, mesin tidak bisa berinovasi. Teknologi bisa error. Tapi tim yang solid, yang merasa dihargai, akan rela bergadang mencari solusi tanpa perlu diminta.
- Inovasi Kolektif: Apakah laporan laba-rugi Anda bisa tiba-tiba mencetuskan ide efisiensi 30%? Tidak. Tapi operator lapangan yang Anda kirim pelatihan problem-solving bisa.
- Legacy & Warisan: Leader hebat tidak dikenang karena berhasil membeli server termahal. Mereka dikenang karena menciptakan leader-leader baru dari dalam organisasi.
Mulai dari Hal Kecil
Innvestasi pada karyawan tidak selalu berarti anggaran pelatihan miliaran rupiah. Bisa dimulai dengan: - Kebijakan yang tulus mendengarkan ide mereka.
- Memberi mereka proyek menantang yang "sedikit" di atas kemampuannya agar mereka bertumbuh.
- Menghargai kesehatan mental sama seperti kita menghargai produktivitas
Di era disrupsi AI dan otomatisasi ini, modal intelektual adalah satu-satunya aset yang benar-benar bisa membedakan kita dengan kompetitor. Jangan tunggu sampai semua aset fisik Anda usang untuk sadar bahwa manusia di sekitar Andalah satu-satunya aset yang bisa terus memperbarui diri
"Take care of your employees, and they will take care of your business. It's as simple as that.“ – Richard Branson.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah perusahaan Anda sudah mulai menggeser anggaran dari sekadar "biaya operasional" menjadi "investasi pertumbuhan manusia"?
Note : Jika anda ingin file pdf tulisan ini klik disini.
Penulis : Kiki Sopian, S.E, M.M
HR Profesional | Trainer
#TalentAINews
#TalentCareer
Copyright © 2026 Talent AI