Cara Tepat Mengatasi Change Fatigue
Talent News
|
Saturday, 19 Sep 2026 13:47
WIB
Bagikan:
Dunia korporat saat ini dekat dengan kata Perubahan. Kita mendengar tentang transformasi digital, restrukturisasi, agile, pivot, dan disrupsi. Tapi terlalu banyak perubahan yang dilakukan akan menyebabkan kelelahan
“Pak, perubahan lagi?”
Mungkin kalimat ini terdengar sederhana. Tapi kalau semakin sering kita mendengarnya dari karyawan, mungkin ada sesuatu yang perlu kita perhatikan.
Hari ini ganti system, besok revisi SOP, bulan depan struktur organisasi berubah, target berubah lagi. Belum selesai beradaptasi dengan satu perubahan, sudah datang perubahan berikutnya.
Awalnya karyawan mungkin berkata:“Oke, kita coba.”Lalu: “Ya sudah, ikuti saja.”
Ini bukan selalu berarti mereka malas berubah. Bisa jadi mereka sudah lelah berubah.
Inilah yang sering disebut Change Fatigue.
Korn Ferry menemukan bahwa dari karyawan yang mengalami change fatigue:
48% mengalami kelelahan dan stres, dan 37% kehilangan kepercayaan pada perusahaan
Perubahan pada dasarnya bukan sesuatu yang buruk, perusahaan memang harus berubah. pasar berubah, teknologi berubah, masalahnya bukan pada perubahannya, masalahnya adalah ketika terlalu banyak perubahan datang tanpa cukup waktu untuk beradaptasi.
Beberapa langkah yang bisa kita lakukan adalah
a) Kurangi frekuensi, tingkatkan kualitas. Seperti yang dikatakan Richards dari Gartner, tingkat gangguan lebih penting daripada volume. Evaluasi kapasitas tim sebelum menambah inisiatif baru.
b) Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan. Ciara Lancaster menegaskan: perubahan dilakukan bersama orang, bukan pada orang.
c) Ciptakan rasa aman psikologis. Karyawan perlu merasa aman untuk bereksperimen, gagal, dan menantang status quo—seperti yang ditekankan Andy Karr.
Dari pengalaman saya Change Management bukan hanya tentang CHANGE. Tetapi juga tentang MANAGE. Mengelola kecepatan perubahan, prioritas perubahan, dan beban perubahan. Karena perubahan yang baik bukan yang paling banyak. Perubahan yang baik adalah perubahan yang dipahami, dijalankan, dan akhirnya menjadi kebiasaan.
Dan terkadang...
Memberikan waktu kepada orang untuk beradaptasi bukan berarti kita memperlambat perubahan. Justru itu bagian dari cara kita memastikan perubahan bisa bertahan.
Bagaimana dengan pengalaman Anda?
Karena mungkin tantangan Change Management hari ini bukan lagi membuat orang mau berubah, tetapi memastikan mereka masih punya energi untuk berubah.
“Pak, perubahan lagi?”
Mungkin kalimat ini terdengar sederhana. Tapi kalau semakin sering kita mendengarnya dari karyawan, mungkin ada sesuatu yang perlu kita perhatikan.
Hari ini ganti system, besok revisi SOP, bulan depan struktur organisasi berubah, target berubah lagi. Belum selesai beradaptasi dengan satu perubahan, sudah datang perubahan berikutnya.
Awalnya karyawan mungkin berkata:“Oke, kita coba.”Lalu: “Ya sudah, ikuti saja.”
Ini bukan selalu berarti mereka malas berubah. Bisa jadi mereka sudah lelah berubah.
Inilah yang sering disebut Change Fatigue.
Korn Ferry menemukan bahwa dari karyawan yang mengalami change fatigue:
48% mengalami kelelahan dan stres, dan 37% kehilangan kepercayaan pada perusahaan
Perubahan pada dasarnya bukan sesuatu yang buruk, perusahaan memang harus berubah. pasar berubah, teknologi berubah, masalahnya bukan pada perubahannya, masalahnya adalah ketika terlalu banyak perubahan datang tanpa cukup waktu untuk beradaptasi.
Beberapa langkah yang bisa kita lakukan adalah
a) Kurangi frekuensi, tingkatkan kualitas. Seperti yang dikatakan Richards dari Gartner, tingkat gangguan lebih penting daripada volume. Evaluasi kapasitas tim sebelum menambah inisiatif baru.
b) Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan. Ciara Lancaster menegaskan: perubahan dilakukan bersama orang, bukan pada orang.
c) Ciptakan rasa aman psikologis. Karyawan perlu merasa aman untuk bereksperimen, gagal, dan menantang status quo—seperti yang ditekankan Andy Karr.
Dari pengalaman saya Change Management bukan hanya tentang CHANGE. Tetapi juga tentang MANAGE. Mengelola kecepatan perubahan, prioritas perubahan, dan beban perubahan. Karena perubahan yang baik bukan yang paling banyak. Perubahan yang baik adalah perubahan yang dipahami, dijalankan, dan akhirnya menjadi kebiasaan.
Dan terkadang...
Memberikan waktu kepada orang untuk beradaptasi bukan berarti kita memperlambat perubahan. Justru itu bagian dari cara kita memastikan perubahan bisa bertahan.
Bagaimana dengan pengalaman Anda?
Karena mungkin tantangan Change Management hari ini bukan lagi membuat orang mau berubah, tetapi memastikan mereka masih punya energi untuk berubah.
#TalentAINews
#TalentCareer
Copyright © 2026 Talent AI