Kenapa Sosialisasi Saja Tidak Cukup Untuk Mengubah Perilaku
Talent News
|
Friday, 11 Sep 2026 22:28
WIB
Bagikan:
“Bukankah sudah disosialisasikan? kenapa masih dilakukan?”kalimat ini mungkin pernah kita dengar, aturan sudah disampaikan, meeting sudah dilakukan, SOP sudah dibagikan, poster sudah dipasang, tapi beberapa minggu kemudian, perilakunya kembali seperti semula.
Di titik ini, kita sering menyimpulkan: “karyawannya memang susah berubah.”
Tapi saya justru ingin mengajukan pertanyaan lain:
Apakah kita benar-benar sedang melakukan change management, atau baru melakukan sosialisasi? karena menyampaikan informasi tidak sama dengan mengubah perilaku.
Bayangkan kita ingin mengubah budaya disiplin. Dalam sosialisasi kita mengatakan:
“Mulai bulan depan, seluruh karyawan harus datang tepat waktu.”
Semua mengangguk, semua memahami, tetapi memahami aturan belum tentu membuat seseorang mengubah kebiasaannya, besoknya terlambat, kemudian mulai muncul alasan:“macet, Pak.” “anak saya sekolah dulu” “biasanya juga tidak masalah”, di sinilah kita melihat bahwa knowledge is not behavior. Orang bisa tahu apa yang benar, tetapi tetap melakukan yang salah, bukan karena mereka tidak tahu, tetapi karena tahu saja tidak cukup
Lalu apa yang sebenarnya dibutuhkan? perubahan perilaku membutuhkan proses.
1. PAHAM — Why
Karyawan perlu tahu:
Mengapa kita harus berubah? jangan hanya mengatakan, “ini aturan baru” jelaskan masalah yang ingin diselesaikan, apa dampaknya bagi perusahaan?, apa dampaknya bagi mereka?, apa yang akan terjadi jika kita tidak berubah?
2. BISA — Skill
Kadang orang bukan tidak mau berubah, mereka tidak tahu bagaimana melakukannya, kalau sistem kerja berubah maka perlu ditraining, kalau cara komunikasi berubah maka perlu dicoaching.
3. MAU — Motivation
Setelah paham dan bisa, masih ada satu pertanyaan:“apakah saya mau melakukannya?” di sini peran leader sangat penting, apakah leader memberikan contoh? apakah perilaku baru diapresiasi? apakah pelanggaran ditindak secara konsisten? karena karyawan akan memperhatikan bukan hanya apa yang dikatakan perusahaan, tetapi apa yang benar-benar dilakukan oleh leader.
4. ULANGI — Repetition
Perilaku baru tidak langsung menjadi kebiasaan, perlu dilakukan, diulang, diperbaiki. diingatkan, diukur. sampai akhirnya menjadi sesuatu yang dilakukan tanpa harus terus-menerus diperintah.
5. JADIKAN BUDAYA — Culture
Ketika perilaku tersebut sudah dilakukan secara konsisten oleh banyak orang, perlahan ia menjadi norma.
Bukan lagi “saya melakukan ini karena aturan perusahaan.”tetapi:“memang begini cara kita bekerja.” Di situlah perubahan mulai menjadi budaya.
Jadi, kalau setelah sosialisasi perilaku belum berubah, mungkin masalahnya bukan pada berapa kali kita melakukan sosialisasi.
Change Management bukan sekadar membuat orang tahu tentang perubahan.
Tetapi membantu kita berpindah dari tahu → mau → mampu → melakukan → terbiasa.
Di titik ini, kita sering menyimpulkan: “karyawannya memang susah berubah.”
Tapi saya justru ingin mengajukan pertanyaan lain:
Apakah kita benar-benar sedang melakukan change management, atau baru melakukan sosialisasi? karena menyampaikan informasi tidak sama dengan mengubah perilaku.
Bayangkan kita ingin mengubah budaya disiplin. Dalam sosialisasi kita mengatakan:
“Mulai bulan depan, seluruh karyawan harus datang tepat waktu.”
Semua mengangguk, semua memahami, tetapi memahami aturan belum tentu membuat seseorang mengubah kebiasaannya, besoknya terlambat, kemudian mulai muncul alasan:“macet, Pak.” “anak saya sekolah dulu” “biasanya juga tidak masalah”, di sinilah kita melihat bahwa knowledge is not behavior. Orang bisa tahu apa yang benar, tetapi tetap melakukan yang salah, bukan karena mereka tidak tahu, tetapi karena tahu saja tidak cukup
Lalu apa yang sebenarnya dibutuhkan? perubahan perilaku membutuhkan proses.
1. PAHAM — Why
Karyawan perlu tahu:
Mengapa kita harus berubah? jangan hanya mengatakan, “ini aturan baru” jelaskan masalah yang ingin diselesaikan, apa dampaknya bagi perusahaan?, apa dampaknya bagi mereka?, apa yang akan terjadi jika kita tidak berubah?
2. BISA — Skill
Kadang orang bukan tidak mau berubah, mereka tidak tahu bagaimana melakukannya, kalau sistem kerja berubah maka perlu ditraining, kalau cara komunikasi berubah maka perlu dicoaching.
3. MAU — Motivation
Setelah paham dan bisa, masih ada satu pertanyaan:“apakah saya mau melakukannya?” di sini peran leader sangat penting, apakah leader memberikan contoh? apakah perilaku baru diapresiasi? apakah pelanggaran ditindak secara konsisten? karena karyawan akan memperhatikan bukan hanya apa yang dikatakan perusahaan, tetapi apa yang benar-benar dilakukan oleh leader.
4. ULANGI — Repetition
Perilaku baru tidak langsung menjadi kebiasaan, perlu dilakukan, diulang, diperbaiki. diingatkan, diukur. sampai akhirnya menjadi sesuatu yang dilakukan tanpa harus terus-menerus diperintah.
5. JADIKAN BUDAYA — Culture
Ketika perilaku tersebut sudah dilakukan secara konsisten oleh banyak orang, perlahan ia menjadi norma.
Bukan lagi “saya melakukan ini karena aturan perusahaan.”tetapi:“memang begini cara kita bekerja.” Di situlah perubahan mulai menjadi budaya.
Jadi, kalau setelah sosialisasi perilaku belum berubah, mungkin masalahnya bukan pada berapa kali kita melakukan sosialisasi.
Change Management bukan sekadar membuat orang tahu tentang perubahan.
Tetapi membantu kita berpindah dari tahu → mau → mampu → melakukan → terbiasa.
#TalentAINews
#TalentCareer
Copyright © 2026 Talent AI