Kunci Pengembangan Karyawan Kenapa Harus Leader, Bukan HR?

Talent News | Saturday, 27 Jun 2026 20:39 WIB
Bagikan:
Kunci Pengembangan Karyawan Kenapa Harus Leader, Bukan HR?
Doc: Talent Media / Kunci Pengembangan Karyawan Kenapa Harus Leader, Bukan HR?
Sering saya dengar, "Kan sudah ada HR. Merekalah yang ngurusin pelatihan."

Ini adalah mindset yang kurang tepat. Mengapa?.

Pertama, leader yang tahu persis skill apa yang dibutuhkan di medan perang.
HR bisa menyediakan katalog pelatihan. Tapi hanya leader di garis depan yang tahu: kompetensi apa yang kurang di timnya, gap teknis apa yang membuat target meleset, dan senjata baru apa yang dipakai kompetitor. Menyerahkan sepenuhnya pada HR sama seperti meminta dokter umum meresepkan obat tanpa tahu detail luka di lapangan.

Kedua, pengembangan terjadi setiap hari, bukan hanya di ruang pelatihan.
HR bisa mengadakan kelas dua hari. Tapi sisanya 363 hari dalam setahun, siapa yang memberi coaching harian, real-time feedback, dan tantangan yang menumbuhkan? Jawabannya: leader langsung.

Ketiga, leader adalah role model.
Tim tidak belajar dari slide presentasi. Mereka belajar dari mengamati. Saat leader terus belajar, berbagi insight baru, dan mengakui kesalahan—tim akan meniru. Saat leader berhenti belajar dan hanya menuntut hasil, jangan harap tim tumbuh. Simon Sinek menekankan bahwa pemimpin sejati menciptakan lingkungan yang aman untuk bertumbuh. Itu tidak bisa didelegasikan ke HR.

Keempat, HR adalah enabler, bukan pemilik.
Peran HR adalah menyediakan tools, kerangka, dan program. Tapi eksekusi, identifikasi kebutuhan, dan penciptaan budaya belajar? Itu wilayah leader. Menyerahkan pengembangan tim ke HR tanpa keterlibatan leader, ibarat punya gym membership tapi tidak pernah datang latihan.

HR adalah mitra strategis yang hebat dan tanggung jawab akhir pengembangan kompetensi tim ada dipuncak Leader.

 Penulis : Kiki Sopian, M.M
HR Practitioner | Trainer| Niat Baik HR Community 

#TalentAINews #TalentCareer

Copyright © 2026 Talent AI