Tools Tepat Membongkar Masalah Kinerja

Talent News | Sunday, 23 Aug 2026 11:45 WIB
Bagikan:
Tools Tepat Membongkar Masalah Kinerja
Doc: Talent Media / Tools Tepat Membongkar Masalah Kinerja
Tahun lalu, ada satu anggota tim yang kinerjanya anjlok drastis selama 4 bulan berturut-turut. Target tidak pernah tercapai. Kualitas kerja menurun. Sikapnya pun mulai defensif.
Begitu mendengar kata "kinerja menurun", insting pertama kita seringkali menyalahkan orangnya. Masalah kinerja tidak pernah sederhana. Dan tanpa tools yang tepat, kita hanya akan menjadi leader yang suka menyalahkan—bukan pemimpin yang menyelesaikan.

Deloitte dalam laporan Human Capital Trends 2025 menekankan: "Mengandalkan satu proses tunggal untuk mendorong kinerja manusia itu tidak realistis. Kita perlu mengadopsi praktik dan alat tambahan di luar proses manajemen kinerja."

Berikut 2 tools yang bisa digunakan untuk membedah dan mengatasi masalah kinerja, sebelum kita mengambil keputusan besar:

Tool 1: Performance Diagnostic Framework untuk mengetahui penyebab kinerja rendah, 

Jangan bertanya "kenapa kinerja anda turun?". Tapi kita bisa bertanya dengan ini:

1.   Komponen : Skill
Pertanyaan Kunci : Apakah dia tau cara melakukan nya?
Indikator : Pernah berhasil sebelumnya? Ada gap training?
Intervensi : Training, Mentoring, job aid
2.   Komponen : Will
Pertanyaan Kunci : Apakah dia ingin melakukan nya?
Indikator : Motivasi turun? Ada masalah pribadi? Bosan?
Intervensi : Caoching, motivasi, atau selesaikan masalah pribadi
3.   Komponen : System
Pertanyaan Kunci : Apakah lingkungan mendukung nya?
Indikator : Tools tersedia? Proses jelas? Gangguan terlalu banyak?
Intervensi : Perbaiki proses, sediakan tools, kurangi birokrasi

Hasil: Anda tidak lagi bilang "anda harus lebih berusaha". Tapi "kita lihat tools apa yang kurang, dan kita benahi bersama."

Tool 2: Job Demand- Resources (JD-R) Model, Kinerja turun bisa karena tuntutan pekerjaan (demand) lebih besar dari sumber daya yang tersedia (resources).

Cara pakai:
Buat checklist sederhana:

Tuntutan (Demand):
· Beban kerja berlebihan?
· Deadline tidak realistis?
· Konflik peran?
· Tekanan emosional?

Sumber Daya (Resources):
· Dukungan atasan?
· Otonomi dalam bekerja?
· Umpan balik yang konstruktif?
· Kesempatan berkembang?
· Hubungan baik dengan tim?

Jika demand > resources = Burnout → Kinerja Turun

Solusi: Kurangi demand (misal: delegasi ulang, perpanjang deadline) atau tambah resources (misal: beri asisten, training, atau coaching).

Hasil: Anda tidak menambah beban saat dia sedang kelelahan. Justru Anda meringankan—dan kinerja akan pulih.

Kinerja adalah data yang menunggu untuk dibaca dengan tools yang tepat. Jika kita hanya mengandalkan insting, kita akan kehilangan banyak talenta yang sebenarnya hanya butuh arahan, bukan teguran.

jika seluruh tempat kerja di dunia terlibat penuh, Gallup memperkirakan USD 9.6 triliun produktivitas bisa ditambahkan ke ekonomi global—setara 9% dari GDP dunia. Perubahan dimulai dari cara kita, sebagai pemimpin, membaca dan merespons masalah kinerja

Penulis :
Kiki Sopian, M.M
HR Practitioner | NiatBaik HR Community
#TalentAINews #TalentCareer

Copyright © 2026 Talent AI